Asal Mula Angka Nol

Angka nol cukup unik. Angka nol muncul setelah manusia tahu perhitungan angka. Angka nol memiliki dua fungsi, yaitu menunjukkan kekosongan nilai dan juga sebagai angka.

Dahulu, Bangsa Sumeria kuno menggunakan spasi untuk menandai kekosongan. Di abad kelima, bilangan angka India adalah yang pertama kali menggunakan konsep nol sebagai sebuah angka. Di abad ke-7, matematikawan India, Brahmagupta, menggunakan titik-titik kecil untuk menunjukkan tempat nol, dengan nilai nol disebut sebagai sunya.

Matematika India menyebar ke Ciba dan Timur Tengah, di mana ia terus berkembang. Matematikawan Mohammad ibnu Musa al-Khowarizmi menggunakan nol dalam pembajar aljabar dan akhirnya, sekitar abad ke-9, nol menjadi bagian dari sistem angka Arab dalam bentuk oval. Di Eropa, Romawi menolak konsep nol dan memilih sistem penulisan angka Romawi mereka. Secara perlahan, angka nol digunakan oleh Bangsa Eropa, dengan pelopornya matematikawan Italia, Fibonacci.

Dalam perkembangan matematika, nol menjadi fondasi dari calculus. Sekarang, nol menjadi fondasi dari perhitungan komputer matematika dalam sistem biner, nol dan satu.

Sumber: Big Think

Humor Matematika dalam Pembelian Saham Google

googles-new-logo

Alphabet Inc., perusahaan induk Google, menyembunyikan humor matematika dalam pembelian saham mereka.

Kamis, mereka menyatakan akan membeli saham kelas C sebesar $7,019,340,976.83. Angka ini berkaitan dengan jumlah alfabet (26 dan ingat nama mereka, Alphabet Inc.) dan “\displaystyle e” yang bernilai 2.71828.

\displaystyle {{26}^{e}}=7019.34097683

Kalikan dengan 1 juta USD, maka diperoleh $7,019,340,976.83.

Tahun lalu, mereka mengatakan akan membeli saham kelas C sebesar $5,099,019,513.59. Inilah perhitungannya:

\displaystyle \sqrt{26}=\text{5}\text{,099019513592785}

Kalikan dengan 1 miliar USD, maka diperoleh $5,099,019,513.59.

Ketika pertama dibuka ke publik, mereka mengumumkan akan mengumpulkan dana sebesar $2,718,281,828, yaitu satu miliar kali nilai \displaystyle e. Setahun kemudian, mereka menyatakan akan menjual 14,159,265 lembar saham. Angka ini adalah digit kedua dan seterusnya dari nilai pi (\displaystyle \pi ), 3,14.

Nilai \displaystyle e yang dimaksud di sini adalah \displaystyle e=\sum\limits_{n=0}^{\infty }{\frac{1}{n!}}=1+\frac{1}{1}+\frac{1}{1\cdot 2}+\frac{1}{1\cdot 2\cdot 3}+\cdots , disebut juga sebagai Euler’s Number.

Sumber: Bloomberg

Soal Matematika Yang Membingungkan

Ketidakmampuan guru dalam menulis sering kali memunculkan soal yang tidak jelas dan ambigu. Ini tidak hanya terjadi di kita, tapi juga di negara maju seperti AS.

soal-matematika-membingungkan
Soal matematika tidak jelas.

Soal yang diberikan gurunya adalah:

Jika jawabannya adalah \displaystyle \frac{{{a}^{2}}}{{{b}^{2}}}, maka apakah pertanyaannya?

Ini adalah soal yang sangat tidak jelas. Jawabannya bisa:

  1. Berapakah nilai dari \displaystyle \frac{{{a}^{2}}}{{{b}^{2}}}+0?
  2. Berapakah nilai dari \displaystyle \frac{{{a}^{2}}}{{{b}^{2}}}\times 1?
  3. Berapakah nilai dari \displaystyle \frac{{{a}^{2}}}{{{b}^{2}}}+1-1?
  4. Berapakah nilai dari \displaystyle \frac{{{a}^{2}}}{{{b}^{2}}}+0+0+0+0+0+0

Dan banyak lagi.

Tapi, jawaban murid ini cukup menarik.

Silakan tulis \displaystyle \frac{{{a}^{2}}}{{{b}^{2}}}!

Sumber: Mashable