Masalah Penulisan Variabel dengan Buah-Buahan

Sebelumnya, MatematikaMenyenangkan pernah menulis fenomena penulisan variabel dengan buah-buahan. Secara umum, penulisan itu tidak menakutkan dan bisa membuat pernyataan matematika lebih mudah dipahami secara real. Namun, penulisan seperti ini mengundang masalah besar seperti yang terjadi dalam persamaan gambar di bawah.

persamaan gambar-1.jpg

Sepintas, kita bisa memahami persamaan gambar ini dengan bentuk standar variabel x, y, z seperti berikut:

Apel sebagai variabel x

Pisang sebagai variabel y

Kelapa sebagai variabel z

Diperoleh:

x + x + x = 30

x + y + y = 18

x − 2z = 2

z + x + y = ?

Selanjutnya, bisa Anda kerjakan sendiri.

Permasalahan Dengan Gambar

Masalahnya, gambar yang digunakan berbeda. Contoh paling jelas adalah kelapa berikut.

Gambar kedua berisi gabungan kepala pertama dengan kelapa lain. Apakah kedua kelapa ini identik sehingga bisa dikatakan bahwa gambar kedua mewakili 2z? Jika kelapa kedua ini berbeda, tentu harus didefinisikan sebagai variabel berbeda, misalnya α, sehingga gambar pertama berisi z dan gambar kedua berisi z + α.

Perbedaan yang tidak begitu kentara ada di kedua sisir pisang ini.

Salah satu memiliki 3 pisang dan satu lagi 4 pisang. Tentu keduanya berbeda. Apakah setiap pisang mewakili satu variabel yang sama, misalnya β, sehingga gambar pertama dan kedua adalah 3β dan 4β? Ataukah kita akan mengabaikan perbedaan jumlah pisang dan fokus pada jenisnya saja, yaitu pisang, sehingga kedua gambar ini mewakili variabel yang sama, misalnya β? Ataukah kita anggap keduanya mewakili dua variabel berbeda, sehingga menjadi γ dan δ?

Antara x, X, dan ×

Dalam penulisan standar, masalah ini seperti penggunaan variabel x, X, dan ×. Ketiganya berbeda (x, X, dan ×), walaupun mirip. Variabel pertama (x) adalah huruf x kecil, kedua adalah x besar, dan ketiga simbol perkalian. Konsekuensinya, kita tidak bisa menghitung x + X = 2X karena mereka berbeda.

Dalam persamaan gambar di atas, jawaban pertanyaan jadi samar dan tidak terbatas karena ada banyak penafsiran terhadap gambar tersebut. Sebagaimana diungkapkan oleh Dr Kevin Bowman.

Dr Kevin Bowman, course leader for Mathematics at the University of Central Lancashire said: ‘You can interpret it in many ways; one way is no more correct than another. ‘There’s no ambiguity in the first equation; 3 apples is 30, so one apple is worth 10. ‘But because all the bananas aren’t the same, you could say that they all represent different amounts. ‘You might even say that the two coconut pieces in the third equation are different sizes, and therefore add up to three quarters or even seven eighths when put together. ‘In that sense, there are an infinite amount of possible answers.’

Dailymail

 

Intinya, Sederhana

Masalah muncul karena gambar memiliki terlalu banyak detail yang membuatnya mungkin sekali ditafsirkan berbeda. Intinya, gambar terlalu rumit. Karakter semacam x, y, dan z lebih sederhana dan tidak multi tafsir. Jadi, itulah sebabnya kita akan lebih nyaman menulis variabel dengan karakter.

Bayangkan andai Einstein menulis persamaan terkenalnya, \displaystyle e=m{{c}^{2}}, dengan gambar.

persamaan-energi.png
The Rock = energi, Fred Flintstone = massa objek, Scoby Doo = kecepatan cahaya.

Sumber: DailyMail

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s