Humor Logika

Istri seorang ahli logika baru saja melahirkan bayi. Dokter segera menyerahkan sang bayi ke ayahnya. Si istri bertanya dengan nada tidak sabar. “Anak kita laki-laki atau perempuan?” Sang suami menjawab “Betul”.

Penjelasan

Disjungsi (atau) bernilai benar jika salah satu pernyataannya bernilai benar dan bernilai salah jika keduanya salah. Untuk disjungsi dua proposisi a dan b, kita menuliskannya \displaystyle a\vee b. Berikut adalah nilai kebenarannya.

Tabel Kebenaran Disjungsi
Tabel Kebenaran Disjungsi

Kita misalkan proposisi a adalah bayi kita perempuan dan b adalah bayi kita perempuan. Jawabannya pasti salah satu, bisa saja a = bayi kita perempuan bernilai benar atau a = bayi kita laki-laki bernilai benar. Tentu saja tidak mungkin dua-duanya benar –laki-laki sekaligus perempuan– yang berarti a dan b bernilai benar dan juga tidak mungkin dua-duanya salah –bukan laki-laki dan juga bukan perempuan– yang berarti a dan b bernilai salah.

Jadi, nilai dari pernyataan anak kita laki-laki atau perempuan pastilah bernilai benar.

Contoh lain

Lihatlah penyelesaian matematika sederhana berikut:

\displaystyle {{x}^{2}}=9\Leftrightarrow {{x}_{1}}=3\text{ }\vee \text{ }{{x}_{2}}=3

Hasilnya kita nyatakan sebagai \displaystyle x yang memenuhi \displaystyle {{x}^{2}} adalah 3 atau -3. Kita menyatakan dengan disjungsi (atau) karena penyelesaian soal ini benar baik untuk \displaystyle x=3 atau \displaystyle x=-3.

Advertisements

Siapakah Pembunuhnya???

Di sebuah pemukiman elit di daerah ibu kota, seorang inspektur polisi bernama Keroro sedang memeriksa sebuah kasus pembunuhan. Enam tersangka telah bersamanya di kamar duduk untuk ditanyai. Ia tahu bahwa pada malam pembunuhan, Nona Lili berada di ruang belajar, dapur, atau ruang makan. Tuan Baron sedang di dapur, ruang keluarga, atau ruang makan. Nona Upit di ruang belajar, dapur, atau rumah kaca.

Kolonel Rubi sedang di dapur atau ruang keluarga. Tuan Split di ruang belajar, perpustakaan, ruang keluarga, atau rumah kaca. Dan profesor Tono sedang di dapur, perpustakaan, rumah kaca, atau ruang makan. Ia juga mengetahui bahwa tiap ruang hanya cukup ditempati satu orang saja didalamnya.

Peristiwa besar datang.

“Dan kini aku akan mengumumkan siapa pembunuhnya,” kata Inspektur Keroro. “Pembunuhnya adalah …mmm, di ruang keluarga.”

Masalahnya adalah, pak inspektur tidak mempunyai ide tentang siapa yang berada di ruang keluarga. Jadi, siapakah sang pembunuh itu?